Cleaning Service

Salah satu bidang jasa PT. E Talenta adalah jasa kebersihan atau Cleaning Service. Kami telah bekerjasama dengan berbagai instansi maupun Perusahaan diantaranya adalah Sekolah, Rumah Sakit, Pbrik, Perkantoran, Tempat Ibadah, dll.

Security

Sebagai badan usaha jasa pengamanan (BUJP) kami adalah mitra Polri dalam melaksanakan sistem manajemen pengamanan perusahaan, organisasi dan / atau instansi/lembaga pemerintah.

Training

Jasa training kami adalah untuk pengembangan SDM membentuk karakter kepemimpinan, integritas, menjadikan karyawan yang profesional dibidangnya dan memberikan kontribusi bagi perusahaan yang baik bagi pertumbuhan bisnisnya.

Konsultan Warehouse

Dalam manajemen gudang ada kaidah-kaidah penataan agar supaya performance gudang dapat dioptimalkan. Namun ada beberapa kaidah yang tidak bisa diterapkan manakala kondisi gudang tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Keuntungan Menggunakan Jasa Outsourcing


Di Indonesia cukup banyak perusahaan yang bergerka di bidang SDM khususnya Outsourcing. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya manfaat menggunakan Jasa Outsourcing dalam meningkatkan produktifitas dan pelayanan perusahaan.
Perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai definisi dari outsourcing. Outsourcing adalah perusahaan penyedia tenaga kerja yang meliputi pekerjaan yang akan ditempatkan pada perusahaan yang membutuhkannya.

Berdasarkan Undang Undang No 13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan, oursourcing dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada pasal 64, 65, dan 66. Dalam dunia psikologi industri, tercatat karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa outsourcing terpercaya.
Dengan menggunakan jasa outsourcing, perusahaan tidak perlu repot menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi kesehatan/BPJS Kesehatan. Pasalnya, yang bertanggung jawab terhadap tenaga kerja tersebut adalah perusahaan outsourcing itu sendiri. sehingga perusahaan bisa lebih efisien dan praktis dalam mengelola usahanya.

·         Cara kerja outsourcing

Perekrutan tenaga kerja outsourcing cara yang diterapkan sebenarnya tak jauh berbeda dengan perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, pekerja outsourcing direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang membutuhkan jasanya secara langsung. Nanti perusahaan penyedia tenaga jasa akan mengirim pekerja ke perusahaan lain (klien) yang membutuhkannya.

Karyawan outsourcing umumnya bekerja berdasarkan kontrak, dengan perusahaan Outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna jasa.

·         Penyelesaian perselisihan
Masalah mengenai outsourcing memang cukup bervariasi, misalnya berupa pelanggaran peraturan perusahaan oleh karyawan outsourcing maupun adanya perselisihan antara karyawan outsourcing dengan karyawan lainnya.
Berdasar Pasal 66 ayat 2 huruf c Undang Undang No 13 Tahun 2003, penyelesaian perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa. Walaupun yang dilanggar oleh karyawan outsourcing adalah peraturan perusahaan pemberi pekerjaan, yang berwenang menyelesaikan perselisihan tersebut adalah perusahaan penyedia jasa.
Tidak ada kewenangan dari perusahaan pengguna jasa pekerja untuk melakukan penyelesaian sengketa, karena antara perusahaan pemberi kerja dengan karyawan outsourcing secara hukum tidak mempunyai hubungan kerja, walaupun peraturan yang dilanggar adalah peraturan perusahaan pengguna jasa pekerja (user).

·         Peran outsourcing
Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan saling berlomba dalam menerapkan strategi dan kiat baru untuk memenangkan persaingan itu. Salah satu strategi yang sedang populer di berbagai negara untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dalam rangka memenangkan persaingan adalah melalui outsourcing.
Dalam praktiknya outsourcing dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya dari luar menggantikan sumber daya dari dalam perusahaan untuk menyelesaikan tugas tertentu yang selama ini dianggap kurang efisien. Oleh karena itu, istilah outsourcing berkaitan erat dengan restrukturisasi perusahaan yang merupakan usaha pembenahan struktur perusahaan agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan mampu mencapai competitive advantage dalam bidang usaha yang menjadi core business-nya.
Menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk lebih memfokuskan perhatiannya pada bidang usaha yang benar-benar dikuasainya. Dengan kata lain, agar dapat bertahan dalam persaingan, perusahaan harus manjadi spesialis pada core business-nya bukan sebagai generalis.
Hal ini wajar saja, karena bagaimanapun juga tidak mungkin bagi perusahaan untuk mampu menguasai secara baik berbagai bidang keahlian yang berbeda. Untuk itu, dalam melakukan outsourcing perlu diperhatikan bahwa bidang usaha yang yang akan di-outsource hendaknya merupakan bidang usaha yang bukan menjadi fokus utama perusahaan.
Dalam hal ini bidang yang diperbolehkan menggunakan jasa outsourcing adalah bidang penunjang (support functions) bagi kegiatan perusahaan, yang diharapkan akan lebih efisien jika dikerjakan oleh perusahaan pemberi jasa yang berspesialisasi pada bidang tersebut.
  
Keuntungan menggunakan jasa outsourcing

  1. Perusahaan bisa lebih fokus mengurusi bisnis utamanya daripada menghabiskan energi, waktu, dan biaya untuk hal-hal yang bersifat teknis.
  2. Menghemat anggaran untuk biaya pelatihan karyawan.
  3. Perusahaan tidak lagi mengurusi perekrutan, pelatihan, administrasi tenaga kerja dan penggajian, dan lain-lainnya di setiap bulan.
  4. Perusahaan bisa mendapatkan pekerja yang kompeten di bidangnya.
  5. Lebih mudah membuat proyeksi anggaran dan tingkat kualitas hasil pekerjaan, karena bisa mengubah biaya variabel menjadi biaya tetap.
  6. Perusahaan tidak direpotkan dengan urusan pesangon, THR, PHK, dan masalah lainnya sehubungan dengan pemutusan tenaga kerja, karena hal ini telah dikelola oleh perusahaan outsourcing.
  7. Perusahaan tidak perlu melakukan alih teknologi dan pengetahuan yang membutuh dana dan waktu.
  8. Lebih fleksibel dalam berinvestasi.
  9. Meminimalkan risiko kegagalan investasi yang tinggi.
  10. Perusahaan bisa membagi risiko pekerjaan (di mana risiko bidang pekerjaan ditangani oleh perusahaan outsourcing dan risiko di bidang lain ditangani perusahaan itu sendiri).


Tips Mengatasi Karyawan Bermasalah


Perusahaaan Kecil identik dengan lingkungan kerja yang tegang, keras, dan selalu bergerak cepat. Tuntutan yang tinggi untuk mencapai target penjualan dan pemasukan, penilaian performa dan KPI yang cukup ketat, menjadikan para pemimpin maupun anggota tim harus bekerja terus dalam tekanan. Kondisi seperti ini, hambatan bisa muncul dalam berbagai hal.


Penyebab kegagalan  perusahaan kecil yang paling sering terjadi salah satunya adalah terjadinya bentrokan di antara para anggota tim inti. Bentrokan ini bisa disebabkan adanya perbedaan pendapat, karakter, latar belakang, hingga pengalaman. Sebagai pemimpin harus mampu mengatasi masalah sebelum membesar.

Bagaimana memulai untuk mengatasi permasalahan ini ?

1. Mulai dari akar masalah

Menemukan akar masalah. Apakah anggota tim tersebut sulit diajak bekerja sama karena sifatnya yang kurang baik, etos kerja yang lemah, atau Skill yang kurang? Ingatlah bahwa permasalahan bisa muncul karena adanya perbedaan sudut pandang. Coba lihat sekilas gambar di bawah, apa yang kamu lihat? Jawabannya bisa sangat bervariasi di antara para anggota timmu.

2. Tetap tenang

Saat ada anggota tim menanggapimu dengan pernyataan bernada negatif atau menantang, tetap tenang. Jangan berdebat hanya karena kamu tidak mau kalah. Kamu harus berpikiran jernih dan menanggapinya dengan rasional. Bila kamu frustrasi, anggota tim yang lain akan menyadarinya, dan ini bisa memperburuk keadaan.

3. Pahami lingkup dan dampak masalah

Harus memahami permasalahan seberapa besar lingkup dan apa dampak yang akan ditimbulkannya pada perusahaan dan karyawan lainnya. Apakah ini masalah yang hanya muncul sekali, atau akan berkepanjangan? Perhatikan anggota tim yang bermasalah, kemudian pertimbangkan konsekuensi masalah tersebut. Dengan demikian kamu akan menemukan solusi yang tepat.

4. Mundur sejenak

Sebagai pemimpin, perlu mendengar dan menerima berbagai macam pandangan. Analisis situasinya, dan tentukan apakah sikap si anggota tim bisa mendatangkan manfaat. Sebagai contoh, bisa saja “masalah” itu sebenarnya adalah sudut pandang baru yang kamu butuhkan agar bisa lepas dari solusi lama yang sudah ketinggalan zaman.

5. Dengarkan pendapat karyawan lain

Dengarkan pendapat karyawan lain, apakah karyawan yang bermasalah ini juga bermaslaah dengan karyawan lain. Jika yang bermasalah hanya kamu dan satu orang saja, mungkin ini waktunya mengevaluasi perilakumu sendiri.

6. Adakan pertemuan empat mata

Ajaklah karyawan tersebut untuk rapat berdua sehingga kamu bisa mendengar dan mendiskusikan masalah yang terjadi. Beri kesempatan pada karyawan yang bermasalah untuk melepaskan kekesalan, dengarkan masukan yang ingin ia sampaikan untuk memperbaiki keadaan. Jika tidak setuju dengan sarannya, sampaikan dalam rapat itu dan bimbinglah ia menuju solusi yang lebih baik. Setelah mendengarkan dan mengevaluasi masalah, buat rencana bersama untuk menyelesaikannya. Jika memungkinkan, catatlah apa saja hal yang kamu pelajari selama pertemuan itu.

7. Beri waktu dan terus laukan follow-up

Perubahan umumnya tidak bisa terjadi dalam semalam. Terkadang perubahan juga hanya berjalan sebentar, kemudian semua akan kembali seperti semula. Oleh karena itu penting untuk terus berkomunikasi dengan si karyawan supaya kamu bisa memantau perubahan situasinya.

8. Jangan menyalahkan diri sendiri

Menghadapi karyawan bermasalah bisa melelahkan dan makan banyak waktu. Jika kamu menyadari bahwa para anggota tim tidak puas dengan kepemimpinanmu, jangan menyerah. Belajar terus menerus untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

Benarkah Indonesia impor air?

Pada hari minggu tanggal 17 februari 2019 KPU mengadakan debat capres 2019 yang kedua salah satu dari capres menyatakan bahwa Indonesia impor air Benarkah Indonesia impor air?

Berdasarkan rekaman data perdagangan luar negeri yang dikompilasi oleh UN Comtrade (sebuah lembaga PBB), memang benar Indonesia melakukan impor air setiap tahunnya, setidaknya sejak 1989. Sebagai catatan, UN Comtrade mencatat data perdagangan yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)



Air yang dimaksud dalam data perdagangan tersebut adalah semua air yang masuk dalam golongan kode HS 2201.

Berdasarkan penjabaran yang dicantumkan di situs resmi Bea Cukai, defisini untuk barang dengan kode HS 2201 adalah 'Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju'.

Artinya memang benar jika Indonesia kerap melakukan impor air setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2017, jumlah impor air mencapai 3.168 ton (asumsi masa jenis air = 1kg/liter).

Namun demikian, jumlah tersebut relatif kecil bila dibandingkan ekspor air yang juga telah berlangsung setiap tahun. Pada tahun 2017, volume ekspor air mencapai 95.029 ton. Artinya, volume ekspor air Indonesia hampir 30 kali lipat volume impornya. Jadi seharusnya nilai impor air tidak menimbulkan kecemasan. 

Akan tetapi bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata harga air yang diimpor jauh lebih mahal ketimbang harga air yang diekspor.

Untuk setiap 1 kg air yang diimpor, Indonesia harus merogoh kocek sebesar US$ 0,76. Sedangkan air yang di ekspor hanya dihargai US$ 0,2/kg.

Sebagai informasi, negara utama asal air impor yang masuk ke Indonesia adalah Prancis. Maka tak heran banyak beredar air minum dengan merk Evian yang harganya relatif lebih mahal di masyarakat.

Sedangkan tujuan utama ekspor air adalah Timor Leste, Filipina, dan Singapura.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20190218154501-4-56197/sstt-ternyata-benar-lho-indonesia-impor-air-ini-buktinya

Lowongan Sopir Tronton

Dicari Sopir tronton wingbox
Laki2, pengalaman.
Jujur, disiplin dan bertangungjawab
Wajib ada skck

Lamaran ditujukan ke
PT. E Talenta
Jl. Gayungsari Barat 1 No 40 Surabaya
Telp. 031 8293985